Kontak BKD: (0253) 202115 - Email: bkd@pandeglangkab.go.id

PANDEGLANG - Sebanyak 70 pejabat Esselon III setingkat Camat, Kepala Bagian, Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pandeglang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kepemimpinan di Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Bekasi Sabtu (17/11). Pendidikan dan Pelatihan para pejabat Esselon III tersebut berlangsung selama 2 (Dua) hari dari tanggal 17-18 november 2018 dan secara resmi di buka oleh Sekretaris Daerah Pery Hasanudin.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Pery Hasanudin mengatakan untuk memiliki  aparatur yang profesional perlu di tunjang dengan motivasi yang tinggi di tengah perubahan saat ini, akan tetapi perubahan saja belum cukup untuk menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa perubahan tidak akan ada pembaharuan, "Oleh karena itu tanpa ada perubahan dan pembaharuan takan ada kemajuan, "Kata Sekda saat memberikan arahan kepada para peserta Diklat.

Lebih lanjut Ia mengatakan selain di tuntut melakukan perubahan dan pembaharuan, aparatur yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan ini merupakan sebagai pejabat pemangku kebijakan, "maka dari itu aparatur harus memiliki terobosan, inovasi dan tanggung jawab, hal tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur untuk pelayan optimal kepada masyarakat,"Tuturnya.

"Oleh karena itu saya berharap melalui Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kepemimpinan ini para aparatur mampu bekerja secara cerdas dan memiliki terobosan dalam mengelola organisasi yang di pimpinnya, "Sebagai aparatur jangan stagnan, untuk maju harus melakukan perubahan, sehingga nantinya bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan membawa tata kelola Pemerintahan yang lebih baik demi kemajuan pembangunan daerah.

Sementara itu Kepala BKD Ali Fahmi Sumanta mengatakan para pejabat Esselon III yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Kepemimpinan ini terdiri dari para Camat, Kepala Bagian dan Sekretaris OPD dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang, "jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan tujuan dilaksanakanya Diklat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan tanggung jawab, karena mereka ini merupakan faktor kunci proses transformasi tata kelola Pemerintahan untuk kemajuan pembangunan,"Tuturnya.

"Oleh karena itu pihaknya berharap melalui pendidikan dan pelatihan manajemen kepemimpinan ini menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharuan dalam meningkatkan keterampilan dan profesionalisme aparatur untuk terwujudnya Pemerintahan yang baik dan peningkatan pelayan optimal kepada masyarakat.***(wemzbiddiklat)

PANDEGLANG.-Sekretaris BKD H. Agus Riyanto memberikan pengarahan sekaligus membuka acara sosialisasi Kenaikan Pangkat bagi jabatan Fungsional. Acara tersebut bertempat di SDN Kadumerak 5 UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karangtanjung. Kegiatan Sosialisasi Kenaikan Pangkat memang menjadi agenda rutin BKD khususnya Bidang Mutasi, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada Pegawai khususnya guru mengenai mekanisme kenaikan pangkat serta aturan mengenai jabatan fungsional guru.

"Jabatan Fungsional guru memang menjadi perhatian utama BKD dalam hal kepegawaian, hal tersebut dikarenakan jumlah personil guru berjumlah hampir 8 Ribu dari jumlah total pegawai Kabupaten Pandeglang sekitar 11 Ribu lebih". Kata H. Agus.

Selanjutnya Sekretaris BKD itu menjelaskan bahwa dalam urusan kepegawaian maupun kenaikan pangkat tidak dipungut biaya. Apabila ada pengeluaran biaya, itu pun hanya bersifat pribadi pegawai untuk fotocopy dan bukan untuk BKD. Ini menjadi penekanan Sekretaris BKD dikarenakan akhir-akhir ini marak terjadi kasus Pungli atau pungutan liar yang tengah menjadi sorotan publik terhadap instansi pemerintah.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri hampir sekitar 50 Orang lebih, yang terdiri dari guru-guru, kepala sekolah dan Pegawai di lingkup UPTD kecamatan Karangtanjung termasuk Kepala UPT Dinas pendidikan juga turut hadir. Sedangkan dari pihak BKD juga turut hadir sebagai narasumber yaitu Kasubbid Mutasi, kepangkatan dan fungsional Dudu Durachman beserta tim. Sosialisasi kenaikan pangkat tersebut dimulai pada pukul 09.30 dan selesai pada 12.30.

Pada kesempatan tersebut juga diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab para guru kepada pihak BKD. Diskusi tersebut memang sangat diperlukan guna menyamakan persepsi serta membangun komitmen bersama antara BKD dan para guru. "tanya jawab dan diskusi agar para pimpinan dan pihak BKD memahami permasalahan yang terjadi di lapangan, sehingga bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan terkait peningkatan pelayanan kepegawaian" terang H. Agus disela sela tanya jawab dan diskusi. Acara sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Dudu Durachman sebagai Kasubbid Mutasi di BKD. Pemberian materi tersebut meliputi prosedur kenaikan pangkat, persoalan mutasi guru, serta rincian jabatan fungsional tertentu guru dan pemenuhan angka kredit guru.***

 

Page 2 of 2